HOT TOPICS:
#Nasional





UIN Sultan Thaha Siap Mencetak Dewan Pengawas Syariah Berkerjasama dengan DSN-MUI Institute

Rabu, 21 April 2021 | 11:14:26 WIB


JAMBI - Sertifikat Dewan Pengawas Syariah (DPS) diberikan kepada peserta yang telah dinyatakan lulus mengikuti Pelatihan Muammalah Maliyah dan dilanjutkan dengan Pelatihan Dewan Pengawas Syariah (DPS). Kegiatan ini dilakukan oleh Dewan Syariah Negara Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Institute.

Kegiatan tersebut adalah salah satu program besar dari Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi untuk melakukan terobosan-terobosan yang memiliki dampak positif pada transformasi sosial. Kegiatan luar biasa ini dimandatkan ke Pusat Kajian Sains, Layanan Produk Halal dan Sertifikasi Haji serta Umroh UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai kordinator.  

Kegiatan yang dilaksanakan pada 21 April – 31 Mei 2021 dan diakhiri dengan tes tertulis serta wawancara terhadap para peserta  ini diikuti oleh 18 orang peserta..

Rektor UIN STS Jambi, Asyari Suaidi  dalam sambutan menyampaikan bahwa saat UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi telah melakukan perubahan besar dalam perkembangan dunia pendidikan maupun transfomasi sosial di kalangan masyarakat. UIN STS Jambi mengusung paradigma transintegrasi dalam proses pembelajaran dan telah membentuk berbagai pusat kajian. 

"Pusat kajian menjadi salah satu gerakan yang akan membawa perubahan baik itu yaitu terkait dengan lingkungan, Sustainability Development Goals (SDGs), antikorupsi, disabilitas, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk membawa suasana internasional pada kampus dan Provinsi Jambi umumnya,"kata Asyari Suaidi.

Menanggapi visi dan misi yang diusung oleh Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi ini, Badan Pelaksana Harian MUI Pusat Dr. H. Hasanuddin merasa sangat bangga dan memberikan apresiasi terhadap langkah besar ini.

Sebelum membuka acara pelatihan ini, Hasanuddin menerangkan bahwa Provinsi Jambi melalui UIN STS Jambi melakukan inisiasi yang luar biasa pada bidang Fiqh Muammalah Maliyah seperti Provinsi lain yang telah mengkonversi Bank daerah menjadi Syariah. 

Sementara itu, Direktur DSN-NUI, Azhar mengatakan awalnya Fiqh Muammalah tidak menjadi perhatian oleh umat Muslim, akan tetapi sejak tahun 1990 lembaga-lembaga keuangan mulai menerapkan prinsip-prinsip syariah. "DSN-MUI Institute ini adalah lembaga rujukan fatwa syariah untuk seluruh lembaga keuangan di Indonesia dan saat ini terdapat 138 fatwa. Setelah pelatihan ini selesai diharapkan peserta yang terdiri dari Dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dapat lulus menjadi DPS. DPS ini akan disebar ke seluruh koperasi kerjasama UIN STS Jambi dengan Dinas Koperasi Kota Jambi untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh. Karena setelah Undang-undang Cipta Kerja rilis, pemerintah benar-benar serius mengurus mengembangkan koperasi di Indonesia," ungkap Azhar. (***)



Advertisement

Komentar Facebook