HOT TOPICS:
#Nasional





40 Orang Dosen dan Mahasiswa UNH Ikuti Proses Sertifikasi Penyuluh Anti Korupsi BNSP

Selasa, 27 April 2021 | 08:47:38 WIB


JAMBI - Sebanyak 40 (empat puluh) orang yang terdiri dari 20 orang dosen dan 20 orang mahasiswi Universitas Nurdin Hamzah (UNH) Jambi ikuti proses sertifikasi penyuluh anti korupsi pratama, Senin kemarin (26/4/2021).

 

Dari 20 orang dosen tersebut, mayoritas menduduki jabatan struktural termasuk wakil rektor dan dekan. Hal ini membuktikan keseriuasan Universitas Nurdin Hamzah untuk membantu pemerintah dan masyarakat Jambi dalam mencegah dan memerangi korupsi yang kian merajalela bagaikan virus yang tanpa disadari masuk dalam setiap sendi-sendi kehidupan tatanan masyarakat dan pemerintahan. 

 

Direktur Pusat Kajian Integritas dan Anti Korupsi (Pujiantikor) Universitas Nurdin Hamzah, Syafrial. SH.,M.Sc menyatakan bahwa program sertifikasi ini merupakan kerjasama antara Pujiantikor UNH dengan Lembaga Sertifikasi Profesi P3 Pembangunan Penyuluh Integritas Bangsa (LSP P3 PIB) Jakarta, dan disupport langsung oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 

 

Ia menerangkan, bahwa sertifikasi ini diawali dengan orientasi kegiatan, proses screening test dan penyampaian kelengkapan administrasi berbasis pengalaman peserta atau Rekognisi Pengalaman Lampau (RPL). Selanjutnya peserta diwajibkan mengikuti bimbingan teknis selama empat hari, dan setelah itu baru uji kompetensi.

 

"Insyaallah kegiatan ini akan memunculkan bibit-bibit penggiat dan penyuluh anti korupsi yang berintegritas dari kalangan akademis yang mampu membantu Jambi menjadi wilayah yang berintegritas dan bersih dari korupsi," katanya. 

 

Dalam kesempatan yang sama, Syafrial juga menyampaikan, saat ini Pujiantikor Universitas Nurdin Hamzah sedang merancang peluang kemitraan dan program kerjasama dengan beberapa instansi dan institusi. "Mohon doa dan dukungan semua pihak agar kita dapat bekerja bersama-sama mencintai Jambi ini. Kasihan anak cucu kita kalau diwarisi dengan virus-virus korupsi. Terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan Sertifikasi ini," jelasnya.

 

Sementara itu Sekretaris Jenderal Pujiantikor, Suhendri, S.Sos.,M.IP, menyampaikan bahwa fokus kegiatan yang dilakukan oleh lembaga ini, antara lain riset pendidikan anti korupsi, pengembangan metodology, pengembangan kurikulum berbasis anti korupsi, pengembangan kode etik institusi, perencanaan mekanisme sistem dari pembangunan, penguatan jejaring, dan lain-lain. (*)



Advertisement

Komentar Facebook