HOT TOPICS:
#Nasional





HUT HKTI ke-48, SAH: Sektor Pertanian Tulang Punggung Ketahanan Bangsa

Selasa, 27 April 2021 | 20:33:57 WIB


Momentum Hari Ulang Tahun HKTI ke 48 dinilai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Provinsi Jambi Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH) sebagai hari kebangkitan sektor pertanian sebagai tulang punggung bangsa untuk memiliki daya tahan yang kuat.

 

"Pertanian ini penting, tidak ada peradaban besar di dunia yang tidak ditopang oleh kemajuan sektor pertanian, artinya daya tahan suatu bangsa juga ditentukan oleh kemandirian sektor pertanian dalam menyediakan pangan bagi suatu bangsa," ungkap Anggota Komisi IX DPR RI tersebut. 

 

Menurut SAH istilah “PETANI” sendiri sebagai akronim dari “Penjaga Tatanan Negara Indonesia”. Petani dan sektor pertanian adalah tulang punggung bangsa ini, ujar Bapak Beasiswa Jambi tersebut.  

 

Selanjutnya SAH yang menyelesaikan studi Doktornya di bidang ekonomi ini mengatakan di tengah krisis akibat pandemi Covid-19, pertanian kembali menjadi penolong perekonomian. Seperti yang terjadi pada krisis keuangan Asia tahun 1998, di saat sektor lain mengalami kontraksi tajam, sektor pertanian Indonesia tetap memberi kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi dan Produk Domestik Bruto (PDB).

 

Pada awal pandemi, SAH menjelaskan atau sepanjang tahun 2020, hampir semua sektor ekonomi tumbuh negatif. Dari enam sektor penyumbang ekonomi terbesar, hanya sektor pertanian (tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan) yang mencatatkan pertumbuhan positif. Sedangkan sektor industri, perdagangan, konstruksi, transportasi, dan akomodasi makan minum, semuanya mengalami pertumbuhan negatif. Menurut BPS (Badan Pusat Statistik) sepanjang tahun 2020 sektor pertanian tumbuh positif sebesar 1,75 persen.

 

Sehingga SAH mengatakan selama pandemi sektor pertanian Indonesia juga berhasil meningkatkan pertumbuhan PDB sekitar 2,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year). Padahal, pada saat bersamaan, sebagian besar sektor lain, seperti transportasi dan pergudangan, mengalami penurunan tajam. Jika dibandingkan dengan dua sektor besar lainnya, yaitu manufaktur dan perdagangan, sektor pertanian juga tercatat mengalami peningkatan paling positif.

 

“Makanya tak berlebihan jika dikatakan dampak pandemi terhadap perekonomian kita cukup tertolong oleh daya tahan sektor pertanian. Banyak orang yang kehilangan perkerjan dari sektor-sektor perkotaan, seperti yang terjadi pada krisis 1998 dulu, berhasil diselamatkan oleh sektor pertanian dan pedesaan," jelasnya. 

 

Organisasi HKTI sendiri menurut SAH sudah memiliki program untuk meningkatkan daya tahan ekonomi masyarakat dengan berbagai program pendampingan kepada petani, salah satunya secara nasional memperjuangkan program kredit petani dan replanting sawit bagi masyarakat.

 

Dalam momentum HUT ke 48 HKTI, Ketua DPD Partai Gerindra ini mengatakan komitmen HKTI untuk membela masyarakat tidak lekang oleh waktu dan zaman, Insya Allah kita akan selalu berjuang bagi petani. Dirgahayu ke 48 HKTI semoga Petani Indonesia berjaya, tandasnya. (Rie)



Advertisement

Komentar Facebook