HOT TOPICS:
#Nasional





Peringatan Hari Buruh, SAH Minta Dilakukan dengan Gembira dan Jangan Ada Kerumunan

Sabtu, 01 Mei 2021 | 07:13:02 WIB


Anggota

 Komisi IX DPR RI yang membidangi Ketenagakerjaan Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM (SAH) (1/5) meminta para buruh tidak membuat kerumunan massa saat Hari Buruh (May Day) yang diperingati tiap 1 Mei. Permintaan itu demi mencegah meluasnya penyebaran Covid-19.

 

"Saya berharap teman-teman buruh merayakan May Day dengan gembira dengan melakukan sesuatu yang kreatif. Tolong jangan mengumpulkan massa yang banyak karena itu bahaya (saat pandemi Covid 19)," ungkapnya ketika diwawancari mengenai peringatan May Day 1 Mei 2021 tahun ini. 

 

Bahkan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI ini mengusulkan agar peringatan Hari Buruh dapat dilakukan secara virtual. Apabila ada tuntutan yang ingin disampaikan pada pemerintah, maka bisa dilakukan secara tertulis atau audiensi perwakilan buruh.

 

"Saya sepakat hari buruh harus dirayakan dengan penuh kegembiraan, tentu perwakilan federasi buruh akan menyampaikan beberapa tuntutan pada pemerintah, baik presiden, gubernur atau bupati/walikota, namun mengingat situasi pandemi dan bulan puasa, ada baiknya jika ada tuntutan, silakan sampaikan dengan surat atau lainnya, toh tidak mengurangi arti," ungkap SAH. 

 

Selanjutnya SAH menyampaikan isu yang sedang santer dikalangan buruh adalah Omnibus Law yang saat ini pembahasannya sudah ditunda oleh pemerintah karena adanya pandemi Covid-19.

 

"Kemungkinan isu yang agak aktual soal Tunjangan Hari Raya (THR) atau kondisi ekonomi hari ini, maka lebih baik besok dirayakan tanpa berkerumun dan saya mengajak para perusahaan untuk bersama kami membantu buruh. Minimal, sebulan di bulan Ramadhan ini logistik rumah tangga mereka aman, bayarkan THR mereka," ungkap Doktor Ilmu Ekonomi tersebut. 

 

Terakhir, Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi itu menghimbau seluruh kader Gerindra yang memiliki rejeki untuk memberikan bantuan berupa sembako kepada para buruh yang terdampak Covid-19 yakni yang terkena PHK atau dirumahkan.

 

Bantuan itu, menurut SAH, diberikan sebagai bentuk kepedulian kepada para buruh yang terdampak Covid-19. "Ini bentuk bantuan pada mereka yang sedang susah (kesulitan), mudah-mudahan bisa meringankan beban kawan-kawan pekerja," pungkasnya. (***(



Advertisement

Komentar Facebook