HOT TOPICS:
#Nasional





Rekrutmen Tidak Sesuai, Aktivis Cakrawala Nusantara Akan Adakan Aksi di BWS Sumatra VI Jambi

Jumat, 30 April 2021 | 20:16:40 WIB


KERINCI-Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun 2021 di Provinsi Jambi menuai sorotan. Mulai dari perekrutan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) hingga adanya pengalihan proyek.

 

P3-PGAI tersebut merupakan program dari Kementerian PUPR melalui Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dan untuk wilayah Provinsi Jambi oleh dilaksanakan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI, dibawah tanggung jawab PPK OP SDA I BWSS VI.

 

Dari informasi yang dihimpun, dalam perekrutan TPM P3-TGAI, disinyalir tidak mengikuti ketentuan seperti yang diharapkan. TPM yang direkrut semestinya berlatar belakang pendidikan teknik, namun kenyataannya mayoritas TPM bukan dari sarjana teknik.

 

“Hasil perekrutan sudah keluar, rata-rata yang lulus bukan dari bidangnya (Sarjana Teknik,red), melainkan banyak dari Sarjana Pendidikan dan Sarjana Ekonomi,” ungkap Ruslan, aktivis Kerinci.

 

Menurut dia, proses perekrutan pun terkesan dirahasiakan dan tidak transparan. Akses informasi hanya untuk orang dalam dan terbatas, sehingga publik tidak mengetahuinya.

 

“Kita khawatir, bagaimana mereka TPM yang bukan dari teknik akan bekerja maksimal. Bahkan beberapa pengalaman sebelum ini, penyusunan dan administrasi lainnya meminta bantu kepada orang lain yang berlatar pendidikan teknik,” jelasnya.

 

Disamping itu, lanjut dia, program P3-TGAI tahun 2021 ini, juga mengecewakan masyarakat Kerinci dan Sungaipenuh. Pasalnya, lokasi proyek P3-TGAI untuk Kerinci dan Sungaipenuh sudah diumumkan, namun tiba-tiba dialihkan begitu saja ke wilayah Sarolangun, Merangin dan Bungo tanpa ada alasan yang jelas dan masuk akal.

 

“Jika dilihat dari skala prioritas, Kerinci dan Sungaipenuh adalah wilayah yang wajib diprioritas, karena lahan pertanian terbentang luas di Kerinci dan Sungaipenuh,” tegasnya.

 

Untuk itu, lanjut dia, pihak Ditjen SDA I wilayah Jambi perlu memikirkan ini. Bahkan, Ruslan yang juga Ketua LSM Cakrawala Nusantara sudah mempersiapkan untuk menggelar demontrasi ke Kementerian PU dan Kejaksaan Agung dalam waktu dekat.

 

“Dalam aksi nanti, kami akan menuntut agar PPK OP SDA I, Budi Widianto Setiawan dicopot dari jabatannya dan mengusut kejanggalan lainnya. Karena sejak dia menjabat, program P3-TGAI mandek untuk Kerinci dan Sungaipenuh,” tegasnya. (Iwan)


Advertisement

Komentar Facebook