HOT TOPICS:
#Nasional





Tekankan Komitmen Bersama Antar OPD, Wawako Maulana Pimpin Acara Rembuk Stunting Kota Jambi

Rabu, 04 Agustus 2021 | 08:22:21 WIB


JAMBI - Wakil Walikota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM membuka secara resmi kegiatan Aksi rembuk stunting di Ruang Pola Kantor Walikota Jambi (3/8) kemarin.

 

Menurut Maulana Stunting merupakan salah satu momok yang masih menghantui anak-anak, diperkirakan sekitar 3(tiga) dari 10 anak atau sekitar 30,8 persen anak-anak Indonesia mengalami stunting.

 

Menurut Wawako yang merupakan Dokter Teladan Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa stunting adalah ketidakmampuan anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal akibat status gizi yang buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tak mencukupi.

 

Dalam hal ini Maulana menyebut Implikasi dari kekerdilan bukan hanya berkaitan dengan tinggi badan anak saja tetapi Stunting dapat memengaruhi banyak aspek yang bisa memberi dampak jangka panjang bagi kualitas hidup anak di kemudian hari, beberapa di antaranya adalah skor IQ yang lebih rendah sekitar 6-11 poin dan risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit tidak menular.

 

" Stunting selain menghambat tumbuh kembang anak dan rentan terhadap penyakit, stunting juga mempengaruhi perkembangan otak yang membuat tingkat kecerdasan anak tidak maksimal, tentu saja akar masalah ini pada kondisi ekonomi dan sosial masyarakat," jelasnya.

 

Selanjutnya Wawako juga menambahkan bahwa stunting pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)

 

" Anak tergolong stunting apabila panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional. Perbandingan tinggi badan terhadap usia seringkali menjadi acuan untuk menentukan apakah seorang anak mengalami kekerdilan atau tidak," ungkap suami dari spesialis anak terkemuka dr. Nadiyah, Sp.OG tersebut.

 

Dalam sambutannya Wawako mengatakan kegiatan rembuk stunting merupakan suatu langkah penting yang harus dilakukan untuk memastikan permasalahan  yang ada, rencana kegiatan dan pelaksanaan kegiatan intervensi penurunan Stunting yang dilakukan bersama-sama antara Perangkat Daerah (PD), penanggungjawab layanan dengan sektor/lembaga non pemerintah dalam Upaya percepatan pencegahan stunting

 

" Saya berharap Output dari kegiatan rembuk Stunting ini dapat melahirkan Komitmen bersama penurunan stunting khususnya antara OPD yang memiliki fungsi sosial dan kesehatan, termasuk perangkat pemerintahan yang ada di kecamatan dan kelurahan di Kota Jambi," imbuhnya.

 

disambutan yang sama Wawako menilai  perlunya Rencana kegiatan intervensi gizi yang terintegrasi terhadap penurunan stunting disepakati oleh lintas sektor dan dimuat dalam RKPD/Rencana kerja perangkat daerah, pungkasnya. (*)



Advertisement

Komentar Facebook