HOT TOPICS:
#Nasional





Harapan SAH di Hari Santri Nasional, Jihad Melawan Pandemi dan Bangun Ekonomi Umat

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 08:00:55 WIB


Jambi - Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi yang juga anggota DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM mengatakan bahwa Hari Santri Nasional adalah wujud penghormatan atas jasa para santri dalam perjuangan meraih kemerdekaan. 

 

Menurut alumni Pondok Pesantrena As Musthafawiyyah Purba Baru, Mandailing Natal Sumatera Utara ini Puan peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk terus menjaga persatuan dan menguatkan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini dan masa depan.

 

“Semoga keteladanan para santri dan jihad cinta Tanah Air menjadi semangat yang nyalakan cita-cita kita untuk terus gotong royong membangun Indonesia, khususnya dalam membangun daya tahan mental spritual umat di tengah pandemi, " ungkap pejuang pendidikan yang dijuluki bapak beasiswa Jambi tersebut (21/10) kemarin.

 

SAH yang kerap disapa pak haji ini mengungkapkan, Hari Santri Nasional yang ditetapkan melalui Keppres No. 22 Tahun 2015 didasari pada fatwa Resolusi jihad untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Resolusi Jihad merupakan fatwa yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari bersama kiai-kiai lainnya untuk merespons pertanyaan Presiden Sukarno mengenai hukum membela Tanah Air.

 

“Semangat ini harus kita kuatkan kembali, yakni kebersamaan menghadapi pandemi Covid-19, jihad melawan Pandemi, membangun ekonomi umat dan lepas dari keterpurukkan,” ungkapnya.

 

“ Saya di DPR RI yakin para santri mau dan mampu berperan sebagai agen perubahan,” imbuhnya.

 

Terakhir SAH menyampaikan, DPR RI berkomitmen mendukung pesantren melalui fungsi dan tugasnya. Salah satu produk legislasi yang diharapkan dapat mendukung jalannya proses pendidikan di pesantren adalah Undang-Undang tentang Pesantren dan pemerintah didorong segera menerbitkan aturan turunan undang-undang tersebut.

 

“ Tentu kita berharap dengan UU Pesantren, DPR RI berharap pesantren dapat lebih berkembang lewat program afirmasi serta fasilitas seperti rumah susun (rusun) bagi pesantren, pusat kesehatan pesantren, pendidikan vokasi di pesantren, dan lainnya,” tandasnya. (*)



Advertisement

Komentar Facebook