HOT TOPICS:
#Nasional





SAH Tekankan Sinergi Selesaikan Masalah Ketenagakerjaan, Tidak Cukup Andalkan Belanja Pemerintah

Sabtu, 12 Juni 2021 | 09:33:39 WIB


JAMBI - Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM mendesak pemerintah Indonesia, buruh dan kalangan pengusaha untuk segera bersinergi mencari solusi dari masalah ketenagakerjaan menyusul pembangunan ketenagakerjaan di Tanah Air yang masih sangat rendah.

 

"Masalah ketenagakerjaan membutuhkan sinergi semua pihak baik itu pemerintah, pengusaha atau masyarakat, tidak cukup dengan mengandalkan belanja pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan," ungkap Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR tersebut ketika mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Jajaran Eselon 1 Kementerian Ketenagakerjaan (9/6) kemarin. 

 

Menurut Doktor Ekonomi itu, permasalahan tenaga kerja di Tanah Air dihadapkan posisi ketidaksempurnaan, baik dari tenaga kerja, pelaku usaha maupun pemerintah.

 

“Kondisi tersebut mengharuskan tenaga kerja, pelaku usaha, dan pemerintah bekerjasama mencari pemecahan yang tidak lagi bersifat normatif tetapi ke arah terobosan agar tenaga kerja sebagai aset bangsa tidak justru menjadi beban di kemudian hari bagi pembangunan,” ungkapnya. 

 

Saat ini, menurut Bapak Beasiswa Jambi itu, sektor tenaga kerja di Indonesia menghadapi permasalahan, baik permasalahan yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Permasalahan tenaga kerja di dalam negeri menghadapi 3 permasalahan utama.

 

Pertama adalah kesempatan kerja yang terbatas lantaran pertumbuhan ekonomi belum mampu menyerap angkatan kerja yang masuk ke dalam pasar kerja dan jumlah penganggur yang telah ada.

 

Kedua, rendahnya kualitas angkatan kerja. Berdasarkan data BPS pada Agustus 2013, rendahnya kualitas angkatan kerja terindikasi dari perkiraan komposisi angkatan kerja yang sebagian besar berpendidikan SD ke bawah yang masih mencapai 52 juta orang atau 46,95%.

 

Ketiga adalah masih tingginya tingkat pengangguran. Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Agustus 2013 mencapai 6,25% atau meningkat dari Februari 2013 yang tercatat 5,92% dan Agustus 2012 yang sebesar 6,14%.

 

Selanjutnya SAH menuturkan, betapa pentingnya faktor tenaga kerja dalam mendukung ketersediaan sumber kekayaan alam. “Kekayaan alam tidak akan berarti dan menyejahterakan rakyat jika tidak dikelola oleh tenaga kerja yang kompeten dan berkualitas, disinilah butuh sinergi antara para pemangku kepentingan untuk saling sinergi berkoordinasi dan berkolaborasi," tandasnya. (*)



Advertisement

Komentar Facebook