HOT TOPICS:
#Nasional





Kerinci Menunggu Gebrakan Pariwisata Haris Sani

Rabu, 07 Juli 2021 | 15:05:11 WIB


Foto: Adi Pratama Awadin
Foto: Adi Pratama Awadin

Penulis: Adi Pratama Awadin (Pers Mahasiswa IAIN Kerinci) 

 

Indonesia merupakan salah  satu dari banyak negara yang mendapatkan julukan sebagai paru-paru dunia. Kalau kita melihat data dari Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) KLHK, kita dapati bahwa luas lahan berhutan  di Indonesia adalah sebesar 94, 1 juta ha,  yang saya kutip dari  website menlhk.go.id. Hal ini menunjukkan betapa lebatnya hutan yang ada di Indonesia dalam upaya untuk menjaga bumi Indonesia agar selalu dalam keadaan bersih, sejuk, dan segar. 

 

Jambi adalah salah satu provinsi yang ada di Indonesia  dengan kadar hutan yang cukup besar  dalam upaya menjaga ekologi masyarakat. Dikutip dari Website m.mediaindonesia.com bahwa luas hutan di Jambi mencapai 882.272 ha. Berdasarkan keterangan tersebut kawasan jambi cukup potensial memberikan keteduhan dan kesejukan masyarakatnya agar tetap sehat dengan udaranya  yang alami. 

 

Sementara itu, kabupaten kerinci yang merupakan salah satu kabupaten yang ada di provinsi Jambi merupakan sebuah daerah yang udaranya asri, sejuk, bersih serta memiliki tingkat kesejukannya  yang cukup tinggi karena memilki daerah kawasan hutan yang cukup luas.  Yang mana hutannya yang masih asri,  udaranya yang sangat bersih dan sejuk. 

 

Daerah kerinci yang sering disebut dengan Sakti Alam Kerinci ini adalah sebuah daerah yang katanya Tuhan melemparkan surga didalamnya. Dimana dikerinci terdapat beberapa gunung, danau, air terjun, wisata alam yanga masih asri, dan tentunya para masyarakatnya yang penuh dengan kehangatan. Berdasarkan data dari jambi.tribunnews.com bahwa jumlah wisatawan ke kerinci adalah sebesar 161.789 orang. 

 

Kerinci sangat potensial sekali untuk menjadi parawisata nasional bahkan Internasional yang kita lihat bahwa di kerinci terdapat sebuah Gunung yang tertinggi di Sumatera yaitu Gunung Kerinci. Selain itu di kerinci juga terdapat sebuah danau tertinggi di Asia Tenggara yaitu Danau Gunung Tujuh.  Dan masih banyak lagi wisata alami yang ada di kerinci untuk dinikmati oleh para wisatawan. 

 

Melihat begitu kayanya alam di kerinci, parawisata menjadi salah satu yang akan menjadi percepatan ekonomi daerah karena banyak pengunjung yang datang ke kerinci. Namun, sangat disayangkan sekali pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh dunia mengakibatkan berkurangnya wisatawan ke daerah ke rinci. Hal ini tentu berdampak buruk bagi ekonomi masyarakat kerinci dan parawisata di kerinci.

 

Pada saat sekarang ini tentu masyarakat kerinci berharap agar parawisata yang ada di kerinci tetap ramai pengunjung baik dari dalam daerah maupun luar daerah. Dengan adanya pelantikan Gubernur Jambi yang baru ini, harapan masyarakat kerinci sangat besar sekali agar Gubernur Jambi benar-benar memperhatikan parawisata yang ada di kerinci. Karena di Provinsi Jambi daerah Kerincilah yang sangat besar memberikan dampak positif bagi Provinsi Jambi dalam hal parawisata.  

 

Inilah yang menjadi tantangan untuk Gubernur Jambi yang baru bagaimana kemudian parawisata yang ada di Kerinci tetap ramai pengunjung walupun sedang masa pandemi covid-19. Strategi dari Gubernur sangat di nanti-nantikan. Harapan terbesar kami kepada Gubernnur Jambi adalah menjadikan Kerinci sebagai sebuah daerah yang di kenal di mata Nasioanal bahkan Internasional sebagai pusat parawisata yang bisa sejajar dengan Bali.

 

Sebagaimana Visi Haris-Sani yaitu Terwujudnya Jambi maju, aman, nyaman, tertib, amanah, dan Profesional di bawah ridho Allah Swt. Sektor pariwisata kerinci sangat mendukung salah satu visi tersebut yaitu dalam upaya mengejewantahkan jambi yang nyaman. 

 

Dalam misinya juga disebutkan bahwa adanya upaya untuk memantapkan perekonomian daerah dengan cara pengelolaan ekonomi dan parawisata daerah yang maju.



Advertisement

Komentar Facebook