HOT TOPICS:
#Nasional





Kegiatan Dunia Usaha Triwulan II Meningkat, BI Cermati Dampak PPKM Darurat di Triwulan III 2021

Kamis, 15 Juli 2021 | 10:49:31 WIB


Foto Infografis
Foto Infografis

JAMBI – Pada triwulan II 2021, hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha terakselerasi. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang meningkat sebesar 18,98%, dibandingkan 4,50% pada triwulan 2021.

 

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa, peningkatan tersebut didorong oleh kinerja sejumlah sektor yang mayoritas tumbuh positif antara lain sektor Pertambangan dan Penggalian, sektor Perdagangan, Hotel, Restoran serta sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan. Rabu (14/07/21).

 

Dalam hal itu, Responden menyatakan bahwa peningkatan kinerja sektor Pertambangan didorong oleh permintaan domestik dan didukung peningkatan produksi, sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran didorong kenaikan permintaan saat bulan Ramadhan dan HBKN Idul Fitri, serta sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan ditopang oleh faktor musiman dan keberhasilan panen komoditas tanaman bahan makanan (tabama).

 

"Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai adalah sebesar 75,33% pada triwulan II 2021 yang meningkat dari capaian pada triwulan sebelumnya sebesar 73,38%. Penggunaan tenaga kerja juga di indikasikan membaik meski masih dalam fase kontraksi, dengan kondisi keuangan dunia usaha dan akses kredit yang membaik," katanya.

 

Bank Indonesia akan terus mencermati dampak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang kemungkinan berimbas terhadap kinerja kegiatan dunia usaha pada triwulan II 2021. Responden memprakirakan kegiatan usaha melambat pada triwulan III 2021 dibandingkan dengan capaian pada triwulan Il 2021 meski masih positif dengan SBT sebesar 9,77%.

 

"Perlambatan kegiatan usaha diprakirakan terjadi pada beberapa sektor ekonomi seperti sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran serta sektor Keuangan Real Estate dan Jasa Perusahaan. Sementara itu kinerja beberapa sektor diprakirakan menurun seperti sektor Industri Pengolahan serta sektor Pertanian, Perkebunan, Peternakan Kehutanan dan Perikanan," pungkasnya. (*/Rie)



Advertisement

Komentar Facebook