HOT TOPICS:
#Nasional





Lindungi Tenaga Kerja Migran, SAH Minta BP2MI Tingkatkan Sinergi

Rabu, 22 September 2021 | 07:21:07 WIB


JAMBI - Anggota Komisi IX DPR Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM memimta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) memperkuat sinergisitas untuk melaksanakan fungsi perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Indonesia.

 

Pernyataan ini disampaikan anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI saat mengikuti rapat Konsinyering Komisi IX DPR dengan Kementerian tenaga kerja dan BP2MI di Hotel JHL Solitaire Serpong Tangerang (21/9) kemarin.

 

Dalam rapat tersebut SAH mengungkapkan,  Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 memberikan jaminan kehadiran negara terhadap pelindungan PMI secara menyeluruh. 

 

"Pada pasal 3 ditegaskan bahwa negara perlu hadir untuk memberikan pelindungan secara hukum, ekonomi, dan sosial bagi PMI dan keluarganya. Selain itu, pada pasal 7 bahwa Negara akan memberikan pelindungan calon Pekerja Migran Indonesia sebelum bekerja, selama bekerja, dan setelah bekerja. Hal ini secara nyata menunjukkan bahwa negara tidak tinggal diam, negara tidak lepas tangan, namun negara memberikan pelindungan dari ujung rambut hingga ujung kaki," jelas bapak beasiswa Jambi tersebut.

 

"Saya berharap kita dapat mengesampingkan ego sektoral, sehingga sinergitas dan solidaritas antara Kemnaker dan BP2MI akan menjadi semakin baik dan kuat," ungkapnya.

 

Untuk mencapai tujuan tersebut, SAH menyebutkan adanya beberapa program prioritas BP2MI yang membutuhkan dukungan Kemenaker, pertama, terkait pemberantasan sindikat pengiriman ilegal PMI. 

 

"Dari sejak awal saya dilantik lalu, saya sudah mengindentifikasi bahwa persoalan sindikat pengiriman pekerja migran ini menjadi momok dari lemahnya pelindungan negara terhadap PMI. Oleh karenanya, saya perintahkan seluruh jajaran di lingkungan BP2MI untuk bersama-sama, jangan lagi ada yang bermain bahkan bekerjasama dengan oknum-oknum yang selama ini melakukan praktik bisnis yang tidak baik" tandasnya. (*)



Advertisement

Komentar Facebook