HOT TOPICS:
#Nasional





Proyek Mushalah di Disparpora Diduga Dikerjakan Oleh Keluarga PPTK

Minggu, 08 Agustus 2021 | 19:03:33 WIB


BERITAJAMBI.CO, MERANGIN - Diduga Pembangunan Tempat Ibadah (Mushala) di Desa Renah Kemumu Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin, dan diketahui merupakan program Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Merangin mangkrak.

 

Mangkraknya proyek 2020 tersebut diketahui narasumber media ini sekira dua bulan yang lalu tepat nya bulan Juni 2021.

 

"Proyek Mushala di objek wisata grao sakti, terbengkalai dan terlihat tidak ada aktivitas pekerjaan serta kondisinya pun memprihatinkan dan katanya masih keluarga PPTK,"Ucap Narasumber dan meminta namanya tidak dicatut.

 

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda, dan Olahraga Merangin Sukoso, membenarkan bahwa pekerjaan tersebut di adendum hingga 2021.

 

"Memang benar masih ada pekerjaan yang belum selesai hingga kini, dan itupun dikarenakan adanya refocusing akibat bencana covid-19,"Ungkapnya.

 

Ditempat terpisah Randa Putra selaku penggiat medsos mengatakan, Tidak masuk akal adendum lewat 1tahun dari tanggal kontrak, masalah dana yang namanya kontraktor dari awal sudah tau pencairan awal hanya 30% selebihnya tanggung jawab penuh kontraktor.

 

"Untuk penyelsaiannya itu tanggung jawab kontraktor meski dananya hanya pencairan awal. Sementara untuk adendum bisa dikeluarkan akibat faktor alam dan lokasi proyek, dan kalau dilihat bencana alam tidak ada lokasi proyek juga sudah tau kontraktornya dari awal dimana,"Ungkap Randa.

 

Selain dari pada itu, Lanjut Randa, Tidak ada alasan untuk tidak tepat waktu pengerjaan proyek tersebut.

 

"Selain tidak tepat waktu, Menurut pantauan saya ada beberapa proyek disparpora yang mengerjakannya adalah para kolega dekat pejabat yang ada disitu. Untuk Pak Kadis, PPTK dan kabid yang membidangi proyek di disparpora ini perlu di evaluasi ulang apakah mereka benar2 paham masalah teknik dan aturan-aturan proyek fisik yang ada didinas ini,"Tutupnya. Minggu (8/8/21). (rbu)



Advertisement

Komentar Facebook