HOT TOPICS:
#Nasional





Pertumbuhan Ekonomi 7, 07 persen, Seperti Cerita 007 James Bond. Hanya Semu

Minggu, 08 Agustus 2021 | 21:33:55 WIB


Foto: Dr. Noviardi Ferzi
Foto: Dr. Noviardi Ferzi

Ditulis Oleh: Dr. Noviardi Ferzi (Analis dan Peneliti)

 

Sebagai seorang pengemar film, saya termasuk mengemari tokoh fiksi James Bond Agen Inggris berkode 007. Dalam ceritanya tokoh ini sangat hebat, bisa membalikkan situasi dari gawat menjadi netral. Semua kisahnya diakhiri dengan kemenangan. Itulah 007 tokoh fiksi yang memiliki lisensi untuk membunuh.

 

Kisah James 007 ini sontak saya ingat ketika membaca pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II yang melesat hingga 7,07 persen. Sekilas tentu saja ini sesuatu yang hebat luar biasa. Saking hebatnya membuat orang bertanya - tanya. Apa yang terjadi ? di tengah situasi sebelum pandemi saja ekonomi nasional hanya tumbuh kisaran 5 persen lebih sedikit. Kok di tengah Pandemi bisa, hebat betul, aksi apa yang dilakukan ?

 

Setelah mencermati klam 7, 07 persen ini, saya baru tahu, pertumbuhan ini berpijak pada posisi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2020 yang memiliki basis sangat rendah, yakni -5,32 persen. Jadi, angka ini diperoleh dengan dengan berpatokan pada situasi pertumbuhan yang minus. 

 

Tentu saja perhitungan yang dilakukan pemerintah ini kurang fair, seolah menyimpulkan kita sudah kembali normal.  tentu yang paling fair untuk menilai ini dengan membandingkan dengan capaian sebelum dan hasilnya ada penurunan.

 

Artinya jika mau jujur pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 belum mencapai rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sebelum pandemi Covid-19 yang sebesar 5 persen. Untuk ini mari kita membuat perbandingan pertumbuhan ekonomi per kuartal pada 2018 hingga 2021.

 

Bila dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 hanya setara dengan 3,87 persen atau di bawah kuartal II 2019 yang sebesar 5,05 persen. Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 juga lebih kecil dari pertumbuhan 2018 yang sebesar 5,27 persen.

 

Dibahas lebih dalam lagi kontribusi pertumbuhan ekonomi dari sisi kinerja sektoralnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sektor transportasi dan pergudangan serta akomodasi dan makanan-minuman mengalami pertumbuhan sangat tajam lebih dari 20 persen pada kuartal II 2021. Pertumbuhan terjadi lantaran adanya relaksasi mobilisasi masyarakat.

 

Namun, jika dibandingkan kembali dengan pertumbuhan di kuartal yang sama sebelum pandemi Covid-19, kedua sektor ini masih mengalami kontraksi yang cukup tajam. sektor transportasi dan pergudangan misalnya, yang minus 10,97 persen bila dibandingkan dengan 2018 dan 2019.

 

Sedangkan sektor penyediaan akomodasi serta makanan dan minuman pertumbuhannya negatif 2,58 persen ketimbang 2018-2019. Meski begitu, di sisi lain, masih ada sektor yang lebih bergeliat di 2021 ketimbang sebelum pandemi.

 

Sektor-sektor yang mengalami peningkatan adalah jasa keuangan dan administrasi pemerintah. Dibandingkan dengan 2018 dan 2019, sektor jasa keuangan mengalami pertumbuhan 11,9 persen; sedangkan sektor administrasi pemerintahan tumbuh 10,4 persen.

 

Dari beberapa indikator di atas, ditambah aktivitas yang belum cukup normal, dengan protokol kesehatan yang masih berjalan, tentu membuat perekonomian kita tumbuh terbatas. Lalu apakah 7,07 itu terjadi ? Jawaban saya, ini adalah pertumbuhan semu atau ilusi. Namun, secara objektif juga harus kita akui geliat pertumbuhan itu ada, khususnya jika dibandingkan dengan kuartal tahun lalu yang minus, tapi ya tak sebesar 007 yang digembar-gemborkan itu. Salam.



Advertisement

Komentar Facebook