HOT TOPICS:
#Nasional





Menanti Kuartal ke-III

Sabtu, 18 September 2021 | 18:24:30 WIB


Ditulis oleh: Fikran Jamil (Koordinator Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia Wilayah II)

Sejak diumumkan 2 tahun yang lalu, hingga saat ini kita masih berkutat melawan sekuat tenaga virus covid-19 yang menyebar di negeri kita ini.

 

Dampak besar dari pandemi ini salah satunya yaitu terganggunya pertumbuhan ekonomi di semua negara termasuk Indonesia, hingga pada kuartal ke III 2020 Indonesia menyatakan dengan resmi pertumbuhan ekonomi masuk kedalam jurang resesi setelah dua kali berturut-turut pada kuartal II dan III terjadi kontraksi alias negatif. 

 

Memasuki tahun 2021 pertumbuhan ekonomi kuartal I 2021 pun masih minus sebesar 0, 74% (YoY) dan belum mampu menuju ke zona positif, setelah mengalami kontraksi 4 kali berturut-turut sejak kuartal II 2020. Meskipun pemerintah juga telah memprediksi pada kuartal I 2021 ini hanya dikisaran 0,6 - 0,9% (YoY). Namun bila kita lihat secara kuartalan pada kuartal IV 2020 sebesar -2,19% (YoY) tanda-tanda pemulihan ekonomi sudah terlihat nyata. Kemudian pada kuartal II kemarin kita juga telah melihat terbukti pertumbuhan ekonomi Indonesia melejit hingga 7,07% Year on Year (YoY) dan membuat Indonesia kembali ke zona positif pertumbuhan ekonomi, capaian ini juga merupakan pertumbuhan tertinggi sejak 17 tahun yang lalu, jika dibandingkan dengan negara lain, pertumbuhan ini juga lebih tinggi dari pada India sebesar 1,6%, Korea Selatan 5,69%, dan Jepang - 1,6%. 

 

Salah satu strategi yang cukup berhasil mendongkrak pemulihan ekonomi berasal dari kucuran bantuan sosial, bantuan sosial mampu menekan tingkat kemiskinan agar tidak melonjak lebih tinggi meskipun masih tetap terjadi kenaikan. Faktor lain yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melejit naik menurut Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu dari sisi produksi, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan mengalami kenaikan sebesar 12,93%, dari sisi lapangan usaha transportasi dan pergudangan sebesar 25,10%, dari sisi ekspor barang dan jasa sebesar 31,78%, dari sisi konsumsi rumah tangga dan investasi sebesar 84,93%, ini juga dipengaruhi oleh keyakinan masyarakat untuk kembali melakukan aktivitas konsumsi. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) kuartal II 2021 tercatat sebesar 104,42 poin lebih baik dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 82,14 poin. Pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 juga terjadi di semua kelompok pulau. 

 

Setelah cukup puas dengan hasil kuartal II 2021, lalu bagaimana dengan kuartal III 2021 besok, tentu banyak prediksi yang telah dibuat baik dari pemerintah maupun pakar ekonomi, terlebih lagi pada kuartal III 2021 ini juga telah terjadi penyebaran kasus virus baru Varian Delta yang menyebar di Indonesia dan membuat pemerintah melakukan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) demi menekan penyebarannya. 

 

Penerapan PPKM ini berpotensi menghambat laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2021, meskipun dari sisi kesehatan jumlah kasus covid-19 mengalami penurunan. 

 

Pemerintah sendiri pun memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 sebesar 5,8% - 7% (YoY), sementara itu menurut ekonom Bank Permata, pada kuartal III 2021 berkisar 2,75% - 3,2%, selanjutnya Menteri Keuangan RI Sri Mulyani juga optimis pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 sebesar 4% - 5,7% (YoY) adapun prediksi ini juga harus sejalan dengan apa yang harus dilakukan pemerintah yaitu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan mendorong peningkatan konsumsi dari rumah tangga, selain itu juga pemerintah harus memperhatikan sektor usaha baik mikro kecil menengah maupun korporasi agar dunia usaha tetap bertahan. 

 

Tentu saja kita sama-sama berharap agar kasus covid-19 ini segera menghilang sehingga pemulihan dan pertumbuhan ekonomi bisa terus dilakukan.


Advertisement

Komentar Facebook