HOT TOPICS:
#Nasional





SAH Minta Koordinasi Penanganan Stunting Lebih Optimal

Senin, 04 Oktober 2021 | 08:49:19 WIB


Anggota Komisi IX DPR Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM menilai persoalan stunting harus menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah. Pasalnya, persentase angka stunting berdasarkan hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia tahun 2019 masih sebesar 27,67% atau artinya 1 dari 4 balita di Indonesia mengalami stunting.

 

Pernyataan ini disampaikan anggota Fraksi Partai Gerindra itu dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tentang Grand Design penanganan stunting di Indonesia (30/9) kemarin.

 

" Data terakhir tahun 2019, persentase angka stunting masih kisaran 27, 68 persen, ini perlu perhatian dan fokus pemerintah, " ungkap bapak beasiswa Jambi tersebut.

 

Kondisi ini menurut SAH membutuhkan komitmen kuat dari seluruh komponen masyarakat, terutama pemerintah pusat dan daerah dalam mengoptimalkan program penanganan stunting.

 

“Para pemimpin daerah harus dapat mengidentifikasi program apa saja yang selama ini sudah ada dan program apa saja yang masih diperlukan dalam percepatan penanganan stunting,” tegas pejuang aspirasi Jambi tersebut.

 

Dalam hal ini SAH pun menekankan kewajiban pemerintah daerah untuk menyiapkan perangkat, baik SDM maupun kebijakan yang dapat mendukung upaya percepatan penanganan stunting terutama di daerah masing-masing.

 

"Arahan Bapak Presiden, BKKBN yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan penanganan stunting. Hal itu karena BKKBN mempunyai perangkat sampai dengan level desa/kelurahan yang dapat bekerja secara optimal dan menunjang program penanganan stunting," pungkasnya. (*)



Advertisement

Komentar Facebook