HOT TOPICS:
#Nasional





Cerita Dua Kotak Pizza Maulana Untuk Sang Anak di Pesantren

Jumat, 08 Oktober 2021 | 07:24:14 WIB


Berpisah dengan anak yang akan pergi menuntut ilmu sesuatu berat dirasakan oleh setiap orang tua. Perasaan berat dan haru inilah yang dirasakan Dr. dr. H. Maulana, MKM dan istrinya Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG ketika melepas putranya Lutfi Maulana untuk nyantri di Pesantren Darunnajah Jakarta.

 

Keharuan kedua pasangan dokter ini semangkin menjadi ketika sang putra mengirimkan mereka foto saat makan bersama dengan santri lain teman satu kamar. Dalam foto itu terlihat Lutfi yang bercita-cita menjadi ustadz ini dengan lahap menikmati nasi bungkus sambil lesehan ala liwetan di dalam sebuah kamar dekat dengan ranjang bertingkat.

 

Sistim pendidikan pesantren yang disiplin tidak membolehkan seorang santri membeli atau mendapatkan kiriman makanan setiap hari. Di Darunnajah hanya hari - hari tertentu seorang santri boleh menerima makanan dari orang tuanya di luar pondok.

 

" Sedihnya itu disini, saya tahu Lutfi masih akan beranjak remaja, masa pertumbuhan, ia suka sekali akan makanan, apalagi sejenis Pizza, jika dirumah selalu meminta ibunya delivery, tapi disana ia harus menahan selera, " ungkap wakil walikota ini sambil tersenyum mengenang kesukaan putranya.

 

Sebagai orang tua Maulana mengaku terharu melihat anak mereka mengalami fase perjuangan yang cukup berat tersebut. Apalagi mengingat kebiasaan sang putra jika dirumah yang cukup banyak makannya, sesuatu yang khas anak seusia tersebut.

 

" Saya agak terharu melihat Lutfi, begitu bahagianya menerima dua kotak pizza dari kakaknya, karena dirumah ia suka sekali makanan itu, semoga ananda selalu sehat, bisa menuntut ilmu dengan baik, " imbuh Maulana.

 

Namun dokter teladan kota Jambi ini yakin dengan pola asuh yang demikian, putra mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang bukan saja berilmu tapi memiliki etika sosial dan kecakapan sosial yang baik, mampu berinteraksi dan membawa diri dalam masyarakat. Berguna bagi agama, nusa dan bangsa. (*)



Advertisement

Komentar Facebook