HOT TOPICS:
#Nasional





Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG, Sang Rektor Lokomotif Perubahan IAIMA

Minggu, 10 Oktober 2021 | 15:28:11 WIB


Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAMA) merupakan Perguruan Tinggi Islam Swasta yang Unggul dan Terdepan dalam Pengembangan Peradaban Islam di Provinsi Jambi.

 

" Tekad memberikan kontribusi dalam penyiapan SDM yang siap dalam pembangunan daerah, " jelas Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp. OG saat diwawancarai (10/10) hari ini.

 

Sejak bertranformasi dari Sekolah Tinggi Ahsanta menjadi Institut Agama Islam Muhammad Azim (IAIMA) terus melakukan terobosan mewujudkan visi menjadi lembaga pendidikan terkemuka di Provinsi Jambi.

 

Perubahan tersebut bukan hadiah dari Pemerintah, akan tetapi memang layak dan memenuhi syarat berdasarkan penilaian. Berdasarkan kerja keras civitas akademika, dukungan Pemerintah dan para pemangku kepentingan.

 

Keberhasilan IAIMA saat ini, tidak terlepas dari sosok Sang Rektor Pembawa Perubahan, yakni Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG yang berhasil membawa Perguruan Tinggi Ahsanta menjadi IAIMA pada tahun 2020.

 

Keberhasilan Sang Rektor untuk bertransformasi dari STAI ke IAIMA tidaklah mudah, penuh perjuangan, kebersamaan/kekompakan, kerja keras, komunikasi yang efektif, managerial yang tangguh, keteladanan, visi yang jelas dan terukur, komitmen yang tinggi, kompetensi dalam memimpin, karakter yang kuat, memiliki jiwa perubahan, keberanian, fokus pada tujuan, semangat yang tinggi, sikap positif, tanggung jawab, mau mendengar, kemurahan hati, memiliki inisiatif yang tinggi, disiplin diri, melayani, dan mampu menyelesaikan masalah.

 

IAIMA sangat pesat perkembangannya yang saat itu hanya satu kampus sekarang menjadi dua kampus dan memiliki 7 Prodi dan semuanya telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Jumlah mahasiswanya pun juga bertambah pesat, dibawah kepemimpinan Sang Rektor Pembawa Perubahan.

 

Dalam hal memimpin IAIMA sebagai Rektor Nadiyah mengatakan tantangan Pengembangan Pendidikan Tinggi Islam saat ini antara lain, Pertama, Modernitas Kelembagaan (berkembang menjadi institusi modern, namun tetap dapat memperkuat akar dan tradisi Islam), Kedua, Peningkatan Mutu Kelembagaan (Meningkatkan mutu dan memperkuat kelembagaan pendidikan tinggi Islam yang terbuka, modern, empiris-kontekstual, dan produktif), Ketiga, Penciptaan Lulusan Berkualitas (Melahirkan lulusan berkualitas, berdaya saing, menguasai iptek dengan tetap merujuk pada nilai-nilai Islam), Keempat, Pengembangan Pemikiran Islam (Melahirkan pemikiran Islam moderat, progresif, dan inklusif melalui pengembangan dialog). Dengan berbagai tantangan yang cukup berat ini diperlukan kepemimpinan yang kuat, sehingga mampu mewujudkan gagasan dan keinginan seluruh masyarakat.

 

Dengan demikian dalam rangka untuk menjawab tantangan Pendidikan Tinggi Islam tersebut diperlukan gagasan dan aksi nyata Sang Rektor yang selama ini telah berkiprah dan terbukti dalam mengemban amanah kepemimpinan yang diemban. Khususnya dalam mewujudkan Insan Kamil. Keterpaduan spiritualitas (ketaatan dalam menjalankan perintah agama), intelektualitas (kecerdasan intelektual) dan profesionalitas (ahli dalam bidang tertentu atau ahli dalam melaksanakan profesi tertentu), menjadi spirit seluruh civitas akademika dalam mengemban amanah kemanusiaan yang dianugerahkan oleh Alloh SWT, maka akan menjadi seseorang yang sukses dunia maupun akhirat.

 

Karena9 istri Wakil Walikota Jambi ini mengatakan Pemimpin yang hebat adalah seorang pemimpin yang mampu melakukan PERUBAHAN dan MAMPU mewujudkan “Gagasan Menjadi Aksi Nyata” dengan suasana Kebersamaan dan Kekompakkan. Janganlah jadi Superman akan tetapi jadilah Super team.  (*)



Advertisement

Komentar Facebook