HOT TOPICS:
#Nasional





SAH: Penurunan Angka Stunting Butuh Kerjasama Antar Pemangku Kepentingan

Senin, 11 Oktober 2021 | 07:37:57 WIB


JAMBI - Anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM merupakan anggota DPR yang memiliki konsen yang tinggi terhadap Percepatan Penurunan Stunting di Era Covid dan Pasca Covid di Indonesia". Berbicara di Jambi (10/10) kemarin anggota Fraksi Partai Gerindra DPR ini mengatakan penanganan masalah gizi buruk, termasuk kekerdilan pada anak (stunting) menunjukkan kemajuan meski mengalami tantangan selama masa pandemi Covid-19.

 

" Sebenarnya meski belum terkuantifikasi secara persentase, sejak 2019 penanganan stunting di Indonesia telah mengalami kemajuan yang signifikan. Berbagai program terus digencarkan untuk mencapai visi Indonesia 2024 dan target SGDS untuk menghapus semua masalah gizi buruk khususnya stunting. " Jelas bapak beasiswa Jambi tersebut.

 

Dalam hal ini SAH menekankan pentingnya Action Against Stunting Day bertujuan untuk menguatkan kembali komitmen dan aksi mencapai penurunan stunting secara global, mempromosikan dialog dan advokasi mengenai SDG2, mengidentifikasi prioritas dan visi bersama untuk penurunan stunting, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dengan menyatukan berbagai aktor dan generasi," ungkapnya.

 

Selanjutnya SAH mengatakan perlunya upaya massif untuk konsumsi pangan lokal dan pangan hewani guna pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas di Indonesia.

 

" Masalah stunting memang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Tetapi, butuh kerjasama dari elemen pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama, " imbuhnya.

 

Salah satunya pemerintah perlu secara aktif menginisiasi kerjasama berbagai pemangku kepentingan yang merupakan pendekatan pentahelix, diharapkan nantinya dapat membantu percepatan pelaksanaan program percepatan penurunan stunting terlebih di tengah kondisi pandemi dan paska pandemi Covid-19," pungkasnya. (*)



Advertisement

Komentar Facebook