HOT TOPICS:
#Nasional





dr. Maulana: Masalah Pandemi, Fajar Baru Telah Menyingsing

Selasa, 12 Oktober 2021 | 13:02:22 WIB


Jambi - Wakil Walikota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM mengatakan ada kabar gembira tentang akhir Pandemi Covid 19 yang melanda dunia selama dua tahun terakhir.

 

Hal ini menurutnta ketika Merck & Co mengajukan izin penggunaan darurat untuk obat oral COVID-19 mereka kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Ini akan menjadikannya sebagai obat COVID-19 pertama.

 

" Obat Covid 19 telah ditemukan, dan insya allah akan siap edar, di Amerika dan di negara lain telah di uji, dan jika berhasil akan di edarkan, ini tentu sebagai fajar baru yang lama kita tunggu, " ungkap Wakil Walikota Jambi itu di Jakarta (12/10).

 

Menurut Maulana, Molnupiravir, nama dari obat tersebut, ditujukan untuk merawat pasien COVID-19 bergejala ringan ke sedang.

 

Hal ini patut kita sambut gembira, karena dapat membantu manajemen klinis COVID-19. Sebab, Molnupiravir bisa diminum di rumah.

 

Molnupiravir dipercaya dapat mengurangi potensi kematian atau perawatan di rumah sakit, bagi mereka yang berisiko terinfeksi COVID-19 gejala berat.

 

Menurut Merck & Co, sequencing virus yang mereka lakukan sejauh ini menunjukkan Molnupiravir efektif melawan seluruh varian corona, termasuk Delta.

 

 

Beberapa obat yang sudah ada dan digunakan untuk merawat COVID-19, seperti remdesivir dan dexamethasone, biasanya diberikan ketika pasien sudah dirawat di rumah sakit.

 

Remdesivir adalah obat antivirus yang diberikan lewat infus, dikembangkan oleh Gilead Sciences Inc. Sedangkan dexamethasone adalah obat generik golongan steroid yang digunakan untuk kondisi peradangan.

 

Sedangkan, obat antibodi monoklonal yang dikembangkan oleh Regeneron Pharmaceuticals Inc dan Eli Lilly baru digunakan secara terbatas. Hal ini disebabkan oleh rumitnya pemberian obat kepada pasien.

 



Advertisement

Komentar Facebook