HOT TOPICS:
#Nasional





Kolaborasi SAH dan BKKBN memang KEREN, Bisa Rangkul Stakeholder Bangga Kencana

Kamis, 02 Desember 2021 | 07:23:40 WIB


Jambi – BKKBN terus mengabdi untuk rakyat, kali ini lembaga yang dikepalai Hasto Wardoyo ini melakukan program untuk membangun keluarga berkualitas di provinsi Jambi.

 

Kali ini bersama anggota Komisi IX DPR, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jambi menyelenggarakan sosialisasi advokasi dan kie Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja di Hotel Aston Kota Jambi (1/12/21).

 

Sosialisasi ini dalam rangka memberikan informasi yang lebih luas kepada masyarakat tentang membangun keluarga yang berkualitas di Bumi Tambun Bungai.

 

Dalam materinya, bapak beasiswa Jambi ini mengatakan DPR RI bersama BKKBN akan membangun konsep keluarga berkualitas dan penuh dengan perencanaan. DPR juga akan fokus menuntaskan persoalan stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak balita di Indonesia.

 

“Kita berharap masyarakat bisa support terhadap visi dari BKKBN untuk membangun keluarga yang berkualitas, arena keluarga yang berkualitas sangat penting, apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya.

 

Dia menyebut pandemi ini sangat berdampak pada keluarga Indonesia, baik dampak terhadap ketahanan sosial, ketahanan ekonomi, dan ketahanan pangan. Nah ketahanan pangan ini sangat penting untuk mencegah terjadinya stunting supaya gizi anak tetap terjaga.

 

Sehingga dalam hal ini ia mengimbau masyarakat untuk berkolaborasi bersama mewujudkan keluarga yang berkualitas. Nantinya keluarga Indonesia akan mampu bersaing dengan negara lain jika memiliki SDM yang berkualitas.

 

Selanjutnya anggota Komisi IX DPR RI Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM menegaskan tahun ini pihaknya akan melakukan upaya ekstra untuk menekan angka stunting,yang akan dimulai dari level paling bawah atau tingkat RW. Nantinya petugas akan melakukan pendampingan kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu habis melahirkan, termasuk anak balita di bawah 2 tahun (Baduta).

 

“Terutama kalau anak Baduta itu stunting, kurang gizi. Stunting itu masalahnya bukan hanya kurang gizi, tapi kecerdasannya juga terancam. Kasihan anaknya tidak bisa sekolah dengan maksimal, gangguan kesehatan jadi mudah sakit, sampai tuanya juga bisa mudah sakit,” ujarnya.

 

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Koordinator bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Provinsi Jambi Ibu Yuslidar, Endang Rikmawati, Insa Yulikw, S.Psi, M.Sc dan Azazi Karim, Spd, Kabid Advin dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Kota Jambi, Verdianof, SH, MH dan ratusan para pelaku UMKM di Jambi. (*)



Advertisement

Komentar Facebook