HOT TOPICS:
#Nasional





Bank Jambi MoU Pemberian Pinjaman Daerah melalui Skema S indikasi

Rabu, 06 Oktober 2021 | 13:00:04 WIB


JAMBI - Penandatanganan MoU Pemberian Pinjaman Daerah melalui Skema Sindikasi oleh Direktur Utama Bank Jambi bersama Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Direktur Utama Bank Lampung, Serta Direktur Utama Bank Bengkulu. Disaksikan oleh Gubernur Sumatera Selatan Bapak Herman Dehru dan Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Kantor Regional 7 Sumbagsel Bapak Iwan M. Ridwan, Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 06 Oktober 2021.

 

Empat Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Sumatera Bagian Selatan ini siap mengalirkan kredit sindikasi kepada pemerintah daerah di lima provinsi dengan potensi pembiayaan hingga Rp4 triliun.

 

aturan Berdasarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), batas maksimum pemberian kredit (BMPK) BPD pada pihak terkait sebesar 10 persen dari modal perbankan. Namun, jika debitur berada di luar wilayah cakupan BPD tersebut maka BMPK dapat ditingkatkan menjadi 20 persen dari modal perbankan.

 

Skema ini, potensi BMPK pihak terkait dari empat bank yang dapat mencapai Rp4 triliun per tahun atau meningkat dua kali lipat dibandingkan kapasitas semula.

 

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jambi Yunsak El Halcon, menambahkan kredit sindikasi dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah di Sumbagsel.

 

“Tentu saja dengan inovasi ini dapat mendorong perekonomian daerah, karena kreditnya ditujukan untuk infrastruktur pembangunan,” katanya.

 

Yunsak El Halcon memaparkan 2 pemda di Jambi, yakni Pemkab Batanghari dan Pemkab Sarolagun yang berminat untuk mendapat kucuran kredit dari Bank Jambi.

 

“Mereka bakal bangun jalan. Kan itu jeleknya bakal hambatan barang di sana,” tulisnya. “Ini kontribusi kami untuk mendukung pemda dalam daerah,” kata Iwan M. Ridwan, mengatakan kredit sindikasi merupakan strategi perbankan untuk menangani kapasitas dalam penyaluran kredit. “Kredit sindikasikan ini diperlukan untuk jumlah yang sangat besar. Misalnya tadi ada satu pemda yang butuh Rp350 miliar, ini tidak mungkin dibiayai satu bank,” katanya.

 

Iwan M. Ridwan menambahkan kerjasama tersebut juga bisa mempererat sinergi BPD di Sumbagsel sehingga bank tersebut dapat menjadi pemimpin di daerahnya. Namun demikian, tetap mengimbau agar BPD menerapkan prinsip kehati-hatian dalam surat kredit tersebut.

 

Kerjasama ini diharapkan mampu mempererat sinergi BPD di Sumbagsel sehingga Bank tersebut dapat menjadi pemimpin di daerahnya. (*/Adv)


Advertisement

Komentar Facebook