HOT TOPICS:
#Nasional





Menanti Komisaris Independen Profesional dan Bebas Intervensi di Bank 9 Jambi

Senin, 22 November 2021 | 06:56:55 WIB


Oleh : Dr. Noviardi Ferzi (Pengamat)
 
Seleksi Komisaris Independen bukan ajang aji mumpung karena merasa dekat dengan pemegang saham, apalagi sebagai lahan pekerjaan baru lingkaran penguasa. Meski terkesan ketus, inilah persepsi publik tentang proses seleksi yang sedang berlangsung.
 
 
Komisaris independen punya peran salah satunya "mengerem" intervensi Pemegang Saham Pengendali (PSP) terhadap direksi dan komisaris ketika menjalankan roda perusahaan. Praktiknya, komisaris independen dapat menetralisir perintah-perintah PSP yang terkadang mendadak dan tidak sejalan dengan strategi bisnis yang telah ditetapkan.
 
“Kalau tidak sesuai core bussiness dan itu akan membebani perusahaan semestinya komisaris independen harus bersuara,”
 
Penunjukkan komisaris independen di suatu perusahaan memang ditentukan oleh mayoritas pemegang saham. Namun, alasan itu bukan berarti komisaris independen manut atau mengikuti dengan seluruh kebijakan yang disampaikan oleh PSP. Sebaliknya, komisaris independen harus bisa menjadi penengah diantara PSP dan jajaran direksi serta komisaris terutama ketika ada perintah tertentu yang tidak sesuai dengan prinsip good corporate governance (GCG). 
 
Patut diketahui, Pasal 120 ayat (2) UU Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengatur komisaris independen sebagai komisaris dari pihak luar yang tidak terafilisasi dengan pemegang saham utama, anggota direksi, dan anggota dewan komisaris lain. Dalam ketentuan lain, yakni POJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik, diatur sejumlah syarat untuk menjadi komisaris independen.
 
Sejumlah persyaratan yang dimaksud antara lain mempunyai akhlak, moral, dan integritas yang baik, cakap melakukan perbuatan hukum, memiliki pengetahuan di bidang yang dibutuhkan emiten atau perusahaan publik. Kemudian syarat lainnya diantaranya, tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak langsung pada emiten atau perusahaan publik, tidak mempunyai hubungan usaha dengan emiten atau perusahaan publik, serta memiliki komitmen mematuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
 
" Idealnya Komisaris Independen memiliki independensi dan kompetensi yang mendukung tantangan Bank 9 Jambi ke depan, bukan hanya sekedar pelengkap dan bagian dari keinginan untuk berbagi kekuasaan, karena ini bank punya masyarakat Jambi, kita butuh mereka sosok link and match dengan kebutuhan perbankan, yang memahami persoalan, bukan kekuatan yang justru memiliki potensi mengintervensi dengan kepentingan tertentu. "
 
 
Saat ini, nama-nama calon komisaris Independent PT. Bank 9 Jambi yang lolos dalam seleksi administrasi, sudah melalui tahapan profesional sesuai standar prosedur berlaku, merujuk pada ketentuan-ketentuan persyaratan yang telah ditetapkan. Namun perlu juga di ingat seleksi adminitrasi tak sepenuhnya mengambarkan kompetensi, jadi kelayakan para calon komisaris perlu mendapat perhatian pemegang saham.
 
 
Hal ini penting, karena8 perkembangan perbankan yang semakin pesat saat ini menimbulkan persaingan Bank yang semakin ketat. Persaingan ini mengakibatkan pasar perbankan semakin dinamis sehingga menuntut Bank untuk berusaha lebih efektif dan efisien.
 
 
Penerapan Tata Kelola di seluruh organ Bank akan menciptakan pondasi yang kuat dan stabil bagi Bank dalam menumbuhkan kepercayaan masyarakat, melindungi kepentingan Stakeholders dan menjaga kepatuhan terhadap hukum serta peraturan dengan nilai-nilai yang berlaku umum dalam industri perbankan.
 
 
Penerapan Tata Kelola (Good Corporate Governance) merupakan serangkaian mekanisme yang merefleksikan suatu struktur pengelolaan perusahaan yang menetapkan distribusi hak dan tanggung jawab diantara partisipan di dalam perusahaan.
 
 
Dewan Komisaris, Direksi dan segenap Pekerja Bank terus berkomitmen untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya penerapan Tata Kelola yang baik, antara lain diwujudkan dalam bentuk pengelolaan yang baik terhadap aktifitas kerja, kualitas sumber daya manusia dan pelaksanaan komitmen integritas serta kepatuhan terhadap segala ketentuan.
 
Komisaris independen diangkat berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) dari pihak yang tidak terafiliasi dengan pemegang saham utama, anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris lainnya.
 
Lebih mudahnya Komisaris Independen adalah anggota Dewan Komisaris yang tidak terafiliasi dengan Direksi, anggota Dewan Komisaris lainnya dan pemegang saham pengendali, serta bebas dari hubungan bisnis atau hubungan lainnya yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk bertindak independen. 
 
Kita berharap keberdaaaan komisaris independen akan mendorong dan menciptakan iklim yang lebih independen, obyektif dan meningkatkan kesetaraan (fairness) sebagai salah satu prinsip utama dalam memperhatikan kepentingan pemegang saham minoritas dan pemangku kepentingan lainnya. 


Advertisement

Komentar Facebook