HOT TOPICS:
#Nasional





Bawa Program Germas Ke Jambi, SAH Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

Rabu, 22 Juni 2022 | 07:28:14 WIB


SAHTOP  – Tiada hari tanpa bakti untuk Jambi. Pernyataan ini bukan sebatas semboyan, tapi suatu gambaran akan pengabdian tiada henti seorang Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM atau akrab disapa dengan SAH. 

 

Selasa, 21 Juni 2022 ini Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu bersama Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) untuk warga Kota Jambi di Grand Hotel Jalan Patimura Jambi.

 

Acara tersebut dihadiri dr. Yenni Yuliana dari Direktorat Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia Kementerian Kesehatan RI dan dr. Hj. Ida Yuliati, MH.Kes Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, serta warga masyarakat.

 

Dalam arahannya, SAH yang dikenal sebagai Bapak Beasiswa Jambi mengatakan sejumlah negara berkembang termasuk Indonesia mengalami perubahan pola penyakit dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular.

 

“Perubahan pola ini disebabkan karena berubahnya perilaku manusia. Pada era tahun 1990 an penyebab kesakitan dan kematian terbesar adalah penyakit menular. Namun sejak 2010 hingga kini, penyebab terbesarnya adalah penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, dan diabetes”, kata pria yang sukses menjadikan tiga orang buah hatinya sebagai dokter tersebut.

 

Selanjutnya SAH mengatakan risiko penyebab maraknya PTM, disebabkan berubahnya gaya hidup masyarakat seperti kurang olahraga, pola makan tidak sehat, minum minuman beralkohol, dan kebiasaan merokok. Selain masalah tersebut, saat ini Indonesia mengalami persoalan gizi serius serta cakupan dan mutu imunisasi yang belum maksimal.

 

"Hal ini ditunjukkan dengan tingginya prevalensi stunting (gagal tumbuh) pada balita. Selain itu ada 1,7 juta anak belum mendapat imunisasi lengkap”, tambahnya.

 

Stunting merupakan gambaran terjadinya gangguan pertumbuhan fisik, otak, kecerdasan, dan metabolisme tubuh. Sedangkan anak yang tidak mendapat imunisasi dasar lengkap, berisiko menderita kecacatan hingga kematian. Oleh karenanya membutuhkan penanganan serius dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor.

 

Terakhir SAH mengajak seluruh lapisan masyarakat melaksanakan Germas, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sebab meski PTM merupakan penyakit ‘berbiaya tinggi’, namun masih dapat dicegah. “Oleh karena itu kita perlu mencegah penyakit-penyakit itu. Caranya dengan Germas, olahraga teratur, makan makanan bergizi, perbanyak konsumsi sayur dan buah, dan sebagainya”, tandasnya. (*)



Advertisement

Komentar Facebook