HOT TOPICS:
#Nasional





Penting ! Pemahaman Anatomi Tubuh Pelajar, Bisa Tekan Kasus Pelecehan di Pendidikan

Kamis, 28 Juli 2022 | 07:56:13 WIB


Foto: Tutie Rosmalina
Foto: Tutie Rosmalina

Catatan Hari anak nasional 2022

Jambi -  Dalam rangka hari anak nasional, layaknya kita tidak sekedar merayakan secara seremonial. Meski berbagai kasus pelecehan anak membuat kita berkecil hati dan bersedih, seiring pesatnya digitalisasi saat ini. 

Kasus eksploitasi anak dan anak perempuan semakin tinggi, tidak hanya sekedar eksploitasi saja namun kekerasan seksual dan pelecehan atas tubuh anak perempuan juga semakin tinggi.

Meski tak bijak juga, kita menyalahkan ini salah siapa, namun rasa ketidakpedulian kita selaku orang dewasa atau karena ketidak terbatasan digitalisasi diyakini akan menambah kasus tersebut. Sehingga penting untuk membangun kepedulian.

Kasus Pelecehan atas tubuh anak dan anak perempuan di lembaga pendidikan juga sangat tinggi angkanya, yang dulu kita sangat percaya lembaga pendidikan agama seperti pesantren adalah lembaga pendidikan yang mampu  mendidik anak anak kita menjadi Soleh dan Soleha, malah belakangan kita di kejutkan dengan semakin banyak nya kejahatan seksual yang di alami oleh santri Wati di lembaga pendidikan itu. 

Sejauh pengamatan penulis, layaklah mulai di fikirkan untuk membuat pelajaran atau kurikulum pendidikan yang berpihak pada ke istimewaan tubuh prempuan dan anak prempuan, anak didik prempuan harus sedini mungkin diberikan pengetahuan tentang tubuhnya yang berbeda dari laki-laki, bahkan bukan hanya anak prempuan penting pula di pahamkan bagi murid laki-laki, karena tingkat sodomi kepada anak laki laki juga tinggi angkanya saat ini, saya tidak akan memaparkan ini kesalahan dimana, ini salah kita semua yang lalai akan pemahaman hal hal demikian dari dalam rumah rumah kita. Maka anak anak menemukannya dari duni Maya, dari digitalisisasi. 

Maka sangat perlu dunia pendidikan memberikan pengetahuan mengenai tubuh anak didiknya, sebagai upaya mengurangi angka kejahatan seksual dari dunia pendidikan dan benar benar melakukan penyaringan terhadap calon guru yang akan melakukan pengejaran bagi murid murid. Bukan malah sebaliknya oknum guru yang menjadi predator anak didiknya.

Sehingga pentingkah kita membangun dan membentuk karakter anak  dari bangku bangku sekolah. Agar lima sampai sepuluh tahun kedepan bukan hanya anak anak yang cerdas secara intelektual yang tercipta namun anak anak yang mengetahui secara utuh apa hak akan tubuhnya , dia tau kepentingan apa yang harus dia perjuangkan akan isu anak dan anak prempuan, mereka tidak hanya menjadi objek akan sebuah peraturan lalu di manfaatkan oleh oknum oknum yang tidak berpihak pada anak dan anak prempuan itu sendiri. Penekanannya anak mampu melindungi dirinya sendiri dari semua bentuk ancaman kejahatan. Yang pemahamannya di fasilitasi oleh lembaga pendidikan, dan di suport oleh orang tua dari dalam rumahnya. 

Pada akhirnya penulis berharap adanya sebuah pola pendidikan sedini mungkin yang mampu membentuk karakter dan pola berfikir prempuan yang tersetruktur dan memuat logika fikir yang mapan, prempuan yang sadar akan bentuk tubuh dan isu akan tubuhnya, maka akan mampu memperjuangkan hak haknya, sehingga generasi berkualitas secara rohani dan jasmani anak dan anak prempuan tidak hanya sebatas kuantitas namun benar benar berkualitas. Sehat mentalnya dan tumbuh menjadi anak anak yang berpihak pada dirinya dan sadar benar apa yang menjadi kebutuhan dasarnya sebagai anak, tidak mudah di eksploitasi apalagi mengalami kejahatan seksual di lembaga pendidikan itu sendiri. Akhirnya,  Selamat hari anak.

* Tutie Rosmalina SH.I MA

Pekerja Sosial Perlindungan Anak Kemsos RI



Advertisement

Komentar Facebook