HOT TOPICS:
#Nasional





Gawat, TPS3R Dinilai Sangat Merugikan Negara, Wako Ahmadi Harus Bertanggung Jawab

Kamis, 22 September 2022 | 05:32:54 WIB


SUNGAIPENUH - Keberadaan TPS3R yang digembar gemborkan oleh pemerintah Kota Sungaipenuh akan menghasilkan uang dan menambah Pedapatan Desa mulai diragukan. 

 

 

Pasalnya, Pilot Proyek TPS3R yang direncanakan akan menjadi tambahan penghasilan yang nantinya dikelola oleh BUMDes mulai dikeluhkan. 

 

 

Tingginya biaya operasional dan tidak lakunya pupuk yang dihasilkan, dinilai tidak sebanding dengan pengeluaran yang dikeluarkan melalui ADD.

 

 

"Di Desa Sumur Anyir ini produksinya terus, cuma ini jadi kendala, dimana dipasarkan pupuk hasil TPS3R ini. Pupuk yang diproduksi sudah menumpuk dilokasi produksi" ujar sumber yang nama nya tidak mau dicantumkan kepada wartawan Kamis 22/9/22.

 

 

Menurut dia, untuk saat ini jumlah pekerja yang dipekerjakan sebanyak 4 orang dengan gaji sebulannya sebesar Rp. 600 ribu yang dikeluarkan melalui ADD, dan itu belum termasuk untuk biaya operasionalnya. 

 

 

"Jumlah pekerja 4 orang, satu bulan gaji untuk 1 orang Rp. 600 ribu, kalau 4 orang tentu Rp. 2,4 juta. Belum lagi biaya operasional roda tiga dan biaya operasional produksi," terangnya

 

 

"Kalau ini terus terjadi, tentu akan dievaluasi kembali operasional TPS3R ini, tidak mampulah operasionalnya dibebankan ke Desa," terangnya

 

 

Sementara itu, pantauan media dilokasi TPS3R bau sangat menyengat dan banyak lalat suatu saat dapat menimbulkan penyakit kepada masyarakat sekitar, dan dalam lokasi pengolahan tersebut terlihat para pekerja yang sedang emilih sampah dan terlihat juga pupuk hasil produksi yang di ilai tidak bermanfaat.

 

Saat ditanya, para pekerjapun hanya bisa menjawab " Kami hanya pekerja, Kalau masalah produksi tanya langsung ke Pemdes atau kepala Desa nya langsung" terangnya. 

 

Setelah mendapat penjelasan dari para pekerja, kau langsung ke kantor desa untuk menemui pak Kades 22-9-22 guna minta penjelasan tentang harga produksi dan mutu dari produksi pupuk tersebut, Alhasil kades Sumur anyir tidak berada dikantor. ( Irwan )


Advertisement

Komentar Facebook