HOT TOPICS:
#Nasional





Pelayanan Puskesmas Simpang Limbur Disesalkan, Satupun Tak ada Petugas yang Berjaga di UGD

Selasa, 03 Januari 2023 | 19:47:24 WIB


BANGKO - Pelayanan Puskesmas Simpang Limbur, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin menjadi sorotan, pasalnya saat korban kecelakaan dibawak ke Puskesmas tersebut ternyata tak ada satupun petugas yang berjaga. 

 

Diakui oleh Jupri Edi, pada Sabtu malam (31/12/2020) di Jalan Lintas Sumatera tepatnya di Desa Simpang Limbur terjadi peristiwa kecelakaan. 2 pengendara motor bertabrakan, 1 orang tewas, dan 2 orang harus mendapat perawatan serius.

 

Edi yang juga orang tua dari salah satu korban kecelakaan itu sangat kecewa terhadap Puskemas tersebut, karena saat anaknya di Bawak ke Puskesmas tersebut tetapi tak ada satupun petugas yang berjaga di UGD.

 

"Sudah hampir satu jam lebih kami menunggu di Puskesmas itu, tapi tidak ada satupun petugas," sesalnya.

 

Dengan kondisi luka parah, akhirnya ia harus membawa anaknya ke salah satu rumah sakit di Kota Bangko.

 

"Kecewa tidak ada pelayan sama sekali. Kemana para petugas ini. Tidak jelas puskemas ini," pungkasnya. 

 

Atas hal tersebut, Kepala Puskesmas Simpang Limbur, Fifi Maisari menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Keluarga korban karena pada saat kejadian petugas UGD tidak standby di Puskesmas. 

 

"Saya Kepala Puskesmas mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga, pada korban kecelakaan yang terjadi pada malam tahun baru, pada waktu itu adek-adek kita di UGD tidak standby di Puskesmas," ucap Fifi.

 

Menurut Fifi, pada malam tersebut para petugas UGD yang shif malam ini merasa sudah ada yang datang, tetapi yang dikiranya sudah datang ini malah sudah pindah ke Puskesmas lain terhitung tanggal 31 Desember 2022.

 

"Atas kesalahan ini, adek-adek (red, petugas UGD) semuanya sudah saya panggil, sudah saya dudukan bersama, sudah rapat, sudah saya tanya persoalnnya, dia minta maaf kepada Korban atas permasalahan yang terjadi. InsyaAllah kami kedepannya tidak akan mengulangi kembali," sebutnya.

 

Dijelaskan oleh Fifi, setelah dilakukan rapat, para petugas UGD berjanji tidak akan mengulangi kembali, dan akan memperbaiki kesalahan kesalahan yang telah terjadi.

 

"Para petugas ini membuat surat diatas materai 10.000, nanti itu surat pernyataan akan mengatakan bahwa mereka tidak akan mengulangi kembali. Saya membuat tembusan surat tersebut ke Camat Pamenang Barat, dan Kepala Desa di Kecamatan Pamenang Barat. Jika kejadian serupa terjadi kembali, akan ada sanksi tegas bagi para petugas," tutupnya.



Advertisement

Komentar Facebook