Jambi – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Jambi, Dr. Ir. H. A.R. Sutan Adil Hendra, MM, menegaskan bahwa rangkaian bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa pekan terakhir menjadi pengingat keras tentang pentingnya memperkuat ketahanan pangan nasional sebagaimana dicanangkan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Sutan Adil Hendra—yang juga dikenal luas sebagai Bapak Beasiswa Jambi—menyampaikan bahwa banjir besar tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mengancam produktivitas pertanian, distribusi pangan, hingga pendapatan petani. Menurutnya, pengalaman bencana ini memperlihatkan betapa rapuhnya rantai produksi pangan jika tidak ditopang oleh kebijakan yang kuat, terencana, dan berkelanjutan.
Ia menilai program ketahanan pangan yang menjadi fokus Prabowo Subianto, termasuk penguatan buffer stock, pembangunan lumbung pangan modern, peningkatan kapasitas irigasi, serta mekanisasi pertanian, merupakan langkah yang sangat relevan di tengah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi. “Ketika banjir datang, sawah terendam, panen gagal, jalan putus, distribusi terganggu. Di saat seperti itu kita melihat urgensi dari visi besar ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Sutan Adil Hendra menambahkan bahwa HKTI Jambi siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah, untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan efektif hingga ke tingkat paling bawah. Ia menegaskan bahwa petani harus menjadi subjek utama pembangunan, bukan sekadar penerima bantuan. “Ketahanan pangan bukan hanya slogan. Ini soal memastikan rakyat tetap bisa makan, petani tetap bisa panen, dan negara tetap kuat, apa pun kondisi bencananya,” tegasnya.
Lebih jauh, ia mengatakan bahwa bencana banjir Sumatera harus menjadi momentum mempercepat transformasi sektor pertanian melalui inovasi, mitigasi bencana berbasis wilayah, serta investasi infrastruktur yang terukur. “Prabowo sudah memberikan arah yang jelas. Tinggal bagaimana kita di daerah mempersiapkan diri. Jambi harus menjadi provinsi yang tangguh, bukan hanya dari sisi produksi, tetapi juga sistem penyimpanan dan distribusi,” ujarnya.
Sutan Adil Hendra menutup dengan ajakan kepada seluruh pihak untuk menjadikan bencana sebagai peringatan, bukan sekadar berita rutin musiman. Menurutnya, hanya dengan ketahanan pangan yang kuat Indonesia dapat berdiri kokoh menghadapi tantangan alam maupun gejolak global. (*)