HOT TOPICS:
#Nasional





Satgas Pangan Kabupaten Sarolangun Sidak Pasar, Periksa Dugaan Beras Oplosan

Selasa, 29 Juli 2025 | 18:31:00 WIB


Beritajambi,co.SAROLANGUN- Satgas pangan kabupaten sarolangun yang terdiri dari Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kadis Perindagkop, Kabid Pol PP, Kabid Perdagangan Dinas Perindagkop, Kanit Reskrim, Kasubag Analis Bid Ekonomi, melakukan pengecekan langsung dugaan peredaran beras oplosan di sejumlah toko, distributor, hingga pasar

 

Kapolres Sarolangun melalui Kasat Reskrim AKP Yousua Adrian mengatakan, pengawasan beras oplosan ini dilakukan bersama stekeholder terkait. Pengawasan tersebut dilakukan secara berkala.

 

“Merek-merek yang disampaikan Satgas Pangan terindikasi dioplos tersebut tidak beredar di Kabupaten sarolangun, namun setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan, tidak ditemukan adanya peredaran beras oplosan,” kata AKP Yousua Adrian

 

Yousua menyebutkan dalam pengecekan di sejumlah toko, distributor, hingga pasar, pihaknya juga melakukan pengujian sampel. Hasilnya, belum ditemukan indikasi adanya pengoplosan beras.

 

“Kita ambil sampel semua merek saat kita cek di pasar. Untuk saat ini belum ditemukan,” ujarnya.

 

Yousua juga mengungkapkan, beras yang beredar di wilayah Sarolangun memiliki merek tersendiri. Beras di wilayah 

sarolangun didatangkan dari luar S

sarolangun dan sebagian diimpor.

 

“Beras di sarolangun ini didatangkan dari luar sarolangun dan diimpor, karena Sarolangun bukan daerah penghasil,” ujarnya.

 

Hasil pengawasan Tim Satgas Pangan Polres Sarolangun menunjukkan, beras jenis premium memiliki stok cukup untuk 1-2 bulan ke depan. Sementara itu, stok beras medium diperkirakan cukup hingga tiga bulan ke depan.

 

“Stok mulai berkurang, untuk premium 1-2 bulan ke depan. Untuk beras medium stoknya bisa 3 bulan ke depan,” ujarnya.

 

Yousua menambahkan, sejauh ini belum ada laporan masyarakat terkait beras oplosan. Ia meminta masyarakat yang menemukan dugaan beras oplosan agar segera melaporkan ke kantor polisi terdekat.

 

“Bila ada temuan, bisa laporkan ke Polsek atau Polres terdekat. Kita akan dalami dugaan tersebut,” ujarnya.

 

Melansir detikFinance, Kementerian Pertanian (Kementan) membongkar kasus beras oplosan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Kasus oplosan beras tersebut menyebabkan kerugian negara hingga Rp 10 triliun dalam waktu lima tahun.

 

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, Kementan bersama dengan Satgas Pangan Polri, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) turun mengecek ke lapangan di tempat penyaluran SPHP. Hasilnya, dari total SPHP yang didapatkan di outlet, sebanyak 20% dipajang dan 80% dioplos untuk dijual premium. (*)


Advertisement

Komentar Facebook